Cara Kirim Artikel
SyababSalafy
  • Beranda
  • Ruang Santri
    • Opini
    • Motivasi
  • Kelas
  • Produktivitas
  • Cerita
    • Sastra
    • Rihlah
  • Pelajaran
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Santri
    • Opini
    • Motivasi
  • Kelas
  • Produktivitas
  • Cerita
    • Sastra
    • Rihlah
  • Pelajaran
No Result
View All Result
SyababSalafy
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Santri
  • Kelas
  • Produktivitas
  • Cerita
  • Pelajaran

Pernah Menjadi Tim Tamu Pesantren, Santri Ini Berbagi Kenangan Manis

Abdurrahman Muzakki by Abdurrahman Muzakki
Januari 2, 2026
in Ruang Santri
Reading Time: 3 mins read
0 0
A A
0
Pernah Menjadi Tim Tamu Pesantren, Santri Ini Berbagi Kenangan Manis

Selalu ada kisah yang terkenang dari pengalaman hidup di dalam pagar pesantren.
Kisah-kisah sederhana, namun sarat nilai dan pelajaran hidup.

Salah satunya datang dari Abu Farhan, seorang alumnus pesantren di Jawa Tengah.
Ia menyimpan cerita inspiratif tentang amanah dan pengabdian.

Selain sebagai tempat belajar, pesantren juga menjadi ladang amal dan gotong royong.
Di sanalah para santri dilatih untuk saling membantu dan bertanggung jawab.

Abu Farhan pernah mendapat amanah menjadi bagian dari tim tamu pesantren.
Sebuah peran yang mungkin tampak sederhana, namun sesungguhnya sangat strategis.

“Tidak menyangka dan bangga. Karena saat itu banyak yang lebih pantas.
Namun karena amanah dari ma’had, kami berusaha semampu kami menjalankannya,”
kenang Abu Farhan saat awal dilantik.

Meski masih berstatus santri aktif, amanah tersebut tidak ia sia-siakan.
Justru dari situlah ia mendapatkan banyak pelajaran berharga.

Menjadi tim tamu bukan sekadar tugas teknis.
Ia adalah wajah pertama pesantren yang dilihat para tamu.

Daftar Isi

Toggle
  • Ruang Tamu adalah Identitas
  • Siasat di Tengah Aktivitas Padat
  • Momen Indah Bersama Para Tamu
  • Saat Jamuan Siap, Tamu Pulang Duluan
  • Manfaat Menjadi Tim Tamu Pesantren
  • Pesan untuk SyababSalafy

Ruang Tamu adalah Identitas

“Tantangan terbesar kami adalah menjaga nama baik ma’had,” tutur Abu Farhan.
Pelayanan yang baik menjadi kunci utama.

Ia teringat pesan seorang ustadz,

“Ruang tamu itu ibarat wajah pondok.”

Pelayanan kepada tamu sering kali menjadi tolok ukur penilaian pesantren.
Dari situlah kesan pertama terbentuk.

Karena itu, setiap detail pelayanan dijaga dengan penuh kesungguhan.

Siasat di Tengah Aktivitas Padat

Aktivitas belajar santri dimulai sejak selepas Subuh hingga pukul 06.00.
Kemudian dilanjutkan kembali pukul 07.30 hingga 11.30.

Di tengah jadwal yang padat, tamu bisa datang kapan saja.
Tanpa aba-aba, tanpa mengenal waktu.

Situasi inilah yang menuntut Abu Farhan dan tim untuk menyusun siasat.
Agar amanah berjalan, namun kewajiban belajar tetap terjaga.

“Ada kebijakan tak tertulis,” jelasnya.
“Jika tamu datang sebelum jam 09.00, tetap kami layani makan dan lainnya.
Jika datang setelah itu, kami persilakan beristirahat terlebih dahulu.”

Di sisi lain, kebersihan dan kerapian kamar tamu selalu dijaga.
Sehingga siap digunakan kapan pun, selama 24 jam.

Momen Indah Bersama Para Tamu

Memberikan pelayanan yang baik selalu meninggalkan kesan.
Terlebih, tamu pesantren datang dari berbagai latar belakang.

Mulai dari wali santri, para ustadz, kerabat, hingga tamu-tamu besar.
Setiap kunjungan menghadirkan cerita tersendiri.

Bagi Abu Farhan, momen paling indah adalah saat berkenalan dengan orang baru.
Dari sana terjalin persaudaraan dan pertukaran wawasan.

Berbincang, memberi perhatian, dan membuat tamu merasa nyaman
menjadi kepuasan tersendiri selama ia bertugas.

Saat Jamuan Siap, Tamu Pulang Duluan

Selain kisah indah, ada pula pengalaman lucu dan menegangkan.
Salah satunya tak pernah ia lupakan.

“Pernah kedatangan rombongan sekitar 7–10 orang ba’da Isya’.
Kami langsung keluar untuk membeli jamuan,” ceritanya.

Dalam kondisi lelah setelah seharian belajar,
ia dan tim tetap berusaha maksimal menjalankan amanah.

Namun saat kembali ke ma’had,
mobil rombongan tamu justru sudah pulang lebih dulu.

“Kami bingung. Jamuan sudah terlanjur dibeli,” ujarnya sambil tertawa.
“Akhirnya kami lelang ke anak-anak pondok.”

Meski demikian, Abu Farhan tetap bertanggung jawab.
Ia memastikan penggunaan kas tamu tetap jelas dan aman.

Manfaat Menjadi Tim Tamu Pesantren

Bagi Abu Farhan, menjadi tim tamu adalah anugerah.
Meski harus berjuang lebih keras dari sebagian teman-temannya.

“Manfaatnya besar. Menambah saudara dan relasi,” jelasnya.
“Kerja tim juga melatih kekeluargaan dan kebersamaan.”

Pengalaman ini menjadi bekal berharga
yang kelak sangat terasa manfaatnya di kehidupan nyata.

Pesan untuk SyababSalafy

Abu Farhan menitipkan pesan khusus bagi anak-anak muda.
Terutama yang sedang aktif dalam berta’awun.

“Pertama, ikhlaskan niat.
Kedua, bersungguh-sungguhlah dalam mengemban amanah.”

Ia menegaskan bahwa pesantren adalah miniatur kehidupan bermasyarakat.
Tempat terbaik untuk belajar bersosial dan mendewasakan diri.

“Masih lingkup kecil, seumuran, sama-sama santri.
Yang beda hanya watak, logat, dan kebiasaan.”

Ketika terjun ke masyarakat, tantangannya akan jauh lebih besar.
Perbedaan usia, status, dan cara pandang akan semakin beragam.

“Pokoknya, ikhlas dan sabar,” tutup Abu Farhan. (AM)

Tags: inspirasi
ShareTweetSend
Previous Post

3 Trik Jitu Agar Kamu Menjadi Juara Kelas

Next Post

4 Hal yang Dilakukan Santri Setelah Mondok, Kamu yang Mana?

Abdurrahman Muzakki

Abdurrahman Muzakki

Penulis amatir & penikmat sastra Arab.

Artikel Menarik Lainnya

Panduan Lengkap Mengikuti Kelas Online Bersertifikat dari Masjid Nabawi
Ruang Santri

Panduan Lengkap Mengikuti Kelas Online Bersertifikat dari Masjid Nabawi

by Abdurrahman Muzakki
Januari 2, 2026
4.7k
syababsalafy
Ruang Santri

Kisah Nyata: Melihat Kehidupan di Balik Pagar Pesantren

by Abdurrahman Muzakki
April 12, 2025
6.8k
syababsalafy
Ruang Santri

Do’s dan Don’ts untuk yang Baru Nyantri dengan Latar Belakang Pendidikan Umum. Apa Saja, Ya?

by Abdurrahman Muzakki
April 24, 2024
4.6k
syababsalafy
Opini

Literasi dan Hubungannya dengan Dakwah Salafi

by Kawan Syabab
Agustus 30, 2023
3.7k
4 Hal yang Dilakukan Santri Setelah Mondok, Kamu yang Mana?
Ruang Santri

4 Hal yang Dilakukan Santri Setelah Mondok, Kamu yang Mana?

by Abdurrahman Muzakki
Juni 28, 2023
1.5k
syababsalafy
Ruang Santri

3 Trik Jitu Agar Kamu Menjadi Juara Kelas

by Abdurrahman Muzakki
Juni 28, 2023
1.1k
Next Post
4 Hal yang Dilakukan Santri Setelah Mondok, Kamu yang Mana?

4 Hal yang Dilakukan Santri Setelah Mondok, Kamu yang Mana?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Trending

  • syababsalafy

    Si Kacang Mete: Kisah Pemuda Sulawesi yang Gugur di Jalan Thalabul Ilmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Nyata: Doa Pemuda untuk Wafat di Kota Makkah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Nyata: Melihat Kehidupan di Balik Pagar Pesantren

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menggugah Hati: Kisah Luar Biasa tentang Kesetiaan pada Integritas Moral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Santri Ini Melayangkan Surat Pada Sang Guru, Balasannya Bikin Terharu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang
  • Kirim Artikel
  • Periklanan
SyababSalafy #TerusBerprestasi

© 2018-2023 SyababSalafy - All right reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Santri
    • Opini
    • Motivasi
  • Kelas
  • Produktivitas
  • Cerita
    • Sastra
    • Rihlah
  • Pelajaran

© 2018-2023 SyababSalafy - All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In